43 Warga Manggarai Barat Menderita Kusta

Kompas.com - 30/07/2008, 16:29 WIB

Laporan Wartawan Pos Kupang Oby Lewanmeru

LABUAN BAJO, RABU -- Saat ini sebanyak 43 orang warga Kabupaten Manggarai Barat (Flores Barat) menderita penyakit kusta. Penderita terbanyak berada di Kecamatan Komodo, yaitu di Kampung Capi, Desa Golo Bilas.

Demikian data yang diperoleh Pos Kupang dari Kepala Seksi (Kasi) Pemberantasan Penyakit Menular, Makarius Ngganggu, di Capi, Selasa (29/7). Menurut dia,  penyakit yang ada saat ini merupakan hasil tularan dalam beberapa tahun terakhir.
 
Dirincikannya, penderita kusta di Kecamatan Komodo sebanyak 37 orang yang tersebar di Labuan Bajo dan Kampung Capi, sedangkan lainnya berada di Tentang (Kuwus), Rekas (Sano Nggoang) dan Terang (Boleng).

Menurut Makarius, penyakit ini disebabkan oleh Micobacterium Leprae yang menyerang syaraf dan kekebalan tubuh manusia. Dia menjelaskan, penyakit itu memang menular, tetapi melalui kontak langsung secara terus-menerus antara orang sehat dan penderita.

"Karena itu saya minta jangan takut terhadap penderita kusta karena mereka sudah kita obati dan secara medis para penderita yang sudah diobati atau telah mendapat pelayanan pengobatan tidak lagi menularkan kepada orang lain," katanya.

Pengelola Kusta pada Puskesmas Labuan Bajo, Melania Emi Lahi, menjelaskan, sampai saat ini pihaknya selalu memantau perkembangan penyakit yang terjadi di Capi dan meminta warga tetap melakukan pemeriksaan dan pengobatan ke puskesmas.

"Stok obat ada dan mereka yang memiliki gejala akan kita obati. Sedangkan yang sudah mendapat pengobatan atau telah selesai aturan pengobatan, maka mereka itu tidak lagi mendapat obat, hanya menunggu perkembangan selama 1-2 tahun," kata Melania.

Gejala yang ditumbulkan oleh penderita awal, menurut Melania, terdapat bercak-bercak putih pada bagian tubuh, mati rasa, penebalan-penebalan berwarna hitam pada bagian tubuh.

Jika ada warga yang menampilkan gejala itu, lanjutnya, yang bersangkutan harus melakukan pemeriksaan ke puskesmas agar mendapat pelayanan kesehatan selain mengetahui pasti jenis penyakit tersebut.

Kunjungi Penderita
Wakil Bupati (Wabup) Manggarai Barat (Mabar), Drs. Agustinus Ch Dula, Selasa (29/7), mengunjungi sejumlah warga penderita penyakit kusta/lepra di Kampung Capi, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo. Kegiatan ini dilakukan untuk mendapat informasi dari penderita tentang pelayanan kesehatan, selain melihat kondisi penderita dan juga mendengar langsung cara penanganan dari pihak medis setempat.

Wabup mengunjungi sejumlah penderita kusta itu sekitar pukul 09.30 wita didampingi Plt. Kadis Kesehatan, Sipri Midi, Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular, Makarius Ngganggu, Pengelola Kusta Puskesmas Labuan Bajo, Melania Emi Lahi dan juga Hilda (Petugas Dinkes Mabar). Hadir pula Kepala Desa Golo Bilas, Marthen Mitar dan sejumlah warga lainnya.

Dalam kunjungan itu, Wabup berkesempatan menemui salah seorang penderita kusta yang tidak bisa berjalan lagi atau lumpuh yaitu Baco Puasa. Baco sudah menderita kusta sejak beberapa tahun lalu dan akhirnya lumpuh sehingga ditempatkan keluarganya pada rumah bagian belakang.

Usai mengunjungi Baco, Dula melakukan tatap muka singkat dengan beberapa penderita kusta yang sedang menjalani perawatan, bahkan ada yang sudah sembuh.

Tatap muka itu juga dihadiri sejumlah warga setempat yang bukan penderita kusta, untuk mendengar arahan wabup dan juga pihak medis.

Dalam tatap muka itu, Dula meminta penjelasan dari pihak medis terkait penyakit itu, terutama soal keluhan para penderita terhadap wartawan tentang terhentinya pengobatan dari Dinas Kesehatan sehingga penderita berobat secara tradisional dengan abu dapur.

"Saya datang ke sini memang mendadak tanpa pemberitahuan awal.  Tetapi itu bukan persoalan sebab saya datang untuk melihat langsung perkembangan penderita dan juga mendengar upaya penanganan yang dilakukan selama ini. Apalagi saya dapat info ada yang tidak dapat obat," kata Dula.

Dia juga meminta warga di Capi harus menjaga kebersihan lingkungan dan diri, selain makan dan minum. Kebersihan dapat mencegah lebih awal penyakit tersebut. Karena itu dimulai dari diri sendiri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau